GKI SILO ENTROP

GKI SILO ENTROP GELAR PELATIHAN PENATAUSAHAAN KEUANGAN BAGI PARA BENDAHARA & PENGELOLA KEUANGAN JEMAAT

Gereja Kristen Injili (GKI) Silo Entrop menggelar pelatihan penatausahaan keuangan bagi para bendahara dan pengelola keuangan jemaat pada Minggu (10/3). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan keuangan gereja.

Peserta pelatihan terdiri dari bendahara gereja, pemegang kas rayon, bendahara unsur-unsur, serta Badan Pengawas Pebendaharaan Gereja (BPPG) jemaat. Turut hadir sebagai narasumber Ibu Sym. Sara Kafiar, S.Sos., MM selaku bendahara tingkat klasis dan Bapak Albert Manuputty, SE selaku ketua BPPG tingkat klasis. “Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan manajemen keuangan gereja. Para bendahara dan pengelola keuangan perlu memahami tata kelola keuangan yang baik dan transparan sesuai tuntunan firman Tuhan,” ungkap Ketua PHMJ, Pdt. E. M. Rollo, S.Th., MM dalam sambutannya.

Dalam materinya, narasumber memaparkan manajemen keuangan jemaat yang meliputi pencatatan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan. Selain itu, dibahas pula tugas dan fungsi BPPG jemaat dalam melakukan pengawasan pengelolaan keuangan. Kegiatan yang berlangsung seharian di gedung gereja ini didanai dari kas jemaat sebesar Rp5.000.000 dan sumbangan sukarela Rp790.000. Anggaran tersebut digunakan untuk konsumsi, honorarium narasumber, dan keperluan teknis lainnya.

Majelis Jemaat Urusan Aset, Keuangan, ekonomi & Pembangunan Jemaat GKI Silo yang juga sebagai pelaksana kegiatan ini, berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas bendahara jemaat, bendahara unsur-unsur, pemegang kas, serta BPPG dalam mengelola keuangan gereja secara profesional dan bertanggung jawab.

Setelah pembukaan dan sambutan oleh Ketua PHMJ GKI Silo Entrop, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama oleh Ibu Sym. Sara Kafiar, S.Sos., MM selaku bendahara tingkat klasis. Dalam sesi pertama, Ibu Sara memaparkan tentang manajemen keuangan jemaat yang baik sesuai prinsip akuntabilitas dan transparansi. Beliau menekankan pentingnya pencatatan keuangan yang tertib, membuat laporan keuangan berkala, serta mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan kepada jemaat. “Pengelolaan keuangan gereja harus dilakukan secara profesional layaknya lembaga lain. Kita perlu mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran, membuat laporan keuangan, serta mempertanggungjawabkannya kepada jemaat,” tegas Ibu Sara.

Setelah pemaparan materi pertama, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan manajemen keuangan di tingkat jemaat maupun rayon. Seusai jeda istirahat, sesi kedua dimulai dengan pemaparan dari Bapak Albert Manuputty, SE selaku ketua BPPG tingkat klasis. Beliau menyampaikan tentang peran vital BPPG dalam melakukan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan gereja. “BPPG bukan sekedar lembaga formalitas, tetapi harus mampu melakukan pengawasan yang efektif. Tujuannya untuk memastikan pengelolaan keuangan dijalankan sesuai aturan gereja dan prinsip kebenaran,” tegas Bapak Albert. Dijelaskan pula perihal mekanisme pengawasan yang dilakukan BPPG mulai dari pemeriksaan pembukuan, penelusuran bukti transaksi, hingga kunjungan lapangan. Hal ini untuk memastikan tidak ada penyimpangan atau penyalahgunaan keuangan gereja.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pengelolaan keuangan di lingkungan GKI Silo Entrop dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan prinsip kebenaran dan keterbukaan sesuai tuntunan iman Kristen. Hal tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan jemaat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan gereja di tengah masyarakat.

Exit mobile version