GKI SILO ENTROP

TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM MEMBESARKAN ANAK DALAM IMAN

A. Ayah dan Ibu adalah Gembala bagi Anak-Anaknya

Setiap orangtua Kristen memiliki tanggung jawab yang besar dalam membesarkan anaknya dalam iman. Seperti gembala yang menjaga domba-dombanya, orangtua diminta untuk menggembalakan anak-anak agar bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.

Namun, realita menunjukkan bahwa tugas ini sangat sulit di zaman yang serba instan saat ini. Godaan materialisme dan sensualitas mengintai di mana-mana. Oleh karena itu, orangtua perlu lebih jeli dan bijaksana dalam mendidik iman anak-anak. Lantas, bagaimana caranya? Apa saja yang harus dilakukan?

Bacalah artikel ini sampai tuntas. Anda akan memperoleh 7 tips praktis dalam mendidik anak dalam iman agar mereka tidak hanyut dalam arus modernitas yang semakin menyimpang dari kebenaran firman Tuhan. Tips-tips ini berdasarkan pengalaman dan dibumbui dengan beberapa prinsip pengasuhan dalam Alkitab.

Mari kita mulai intisarinya satu-persatu lewat 7 poin berikut ini:

  1. Berikan Teladan Iman yang Hidup. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari. Jika orangtua rajin berdoa, membaca Alkitab, dan melayani di gereja, sangat besar kemungkinan si buah hati akan mengikuti jejak itu. Jadilah teladan iman bagi mereka dengan konsisten berjalan di hadapan Tuhan.
  2. Ajak Mereka ke Rumah Tuhan. Bawalah anak-anak ke gereja dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan rohani bersama umat Tuhan yang lain. Biarkan mereka berinteraksi dan mengenal saudara seiman sejak dini. Dengan begitu, iman mereka lambat laun akan bertumbuh kuat.
  3. Alokasikan Waktu Khusus Beribadah Bersama. Walaupun ada sekolah minggu di gereja, luangkan waktu khusus di rumah untuk membaca firman Tuhan dan berdoa bersama anak. Disinilah Anda bisa menanamkan dasar-dasar iman Kristen, seperti kasih Tuhan, keselamatan, dosa dan pengampunan, kedatangan Yesus kedua kali, dan lain sebagainya.
  4. Libatkan Mereka dalam Pelayanan Sesuai Umur. Biarkan si kecil terlibat dalam pelayanan anak di gereja sesuai talenta dan umurnya, misalnya memimpin pujian, membaca ayat hafalan, bermain drama, dll. Hal ini akan membuat iman mereka semakin bertumbuh nyata.
  5. Jadilah Sahabat Curahan Hati Si Anak. Jalin komunikasi yang hangat dan terbuka dengan buah hati. Dengarkan setiap curahan hatinya tanpa menghakimi. Berikan nasihat bijaksana jika mereka memiliki masalah dalam pergaulan atau hal-hal lainnya.
  6. Didik Mereka dengan Kasih dan Ketegasan. Mendidik dalam iman bukan berarti memaksakan standar Anda. Lakukan dengan penuh kasih, kelembutan dan kesabaran, tapi juga tegas dalam hal prinsip. Beri sanksi jika mereka melanggar aturan, tetapi segera ampuni dan dekap erat saat mereka bertobat.
  7. Doakan Mereka Setiap Hari. Ucapkan permohonan bagi si buah hati dalam doa pribadi Anda setiap hari. Naikkan jeritan hati ke hadirat Bapa, agar Ia berkenan memelihara dan membentuk iman si anak sejak kecil hingga besar kelak. Doa orangtua sangat berkuasa bagi anak-anak!

Nah, itulah 7 tips praktis yang bisa diterapkan orangtua dalam rangka memenuhi tanggung jawab membesarkan buah hati dalam iman kudus dan takut akan Tuhan. Dengan memberi keteladanan, mendampingi mereka beribadah, dan mengenalkan kebenaran Allah sejak dini, kita sudah mengikuti pola yang ditetapkan Alkitab.

B. Tanamkan Nilai-Nilai Kerajaan Surga

Inti dari semua cara mendidik anak dalam iman Kristen adalah menanamkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam pikiran dan hati mereka. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi fondasi iman teguh mereka di kemudian hari, seperti:

  1. Kasih dan pengampunan
  2. Kerendahan hati dan pelayanan
  3. Integritas dan kejujuran
  4. Ketaatan kepada orangtua dan pemimpin
  5. Mengasihi sesama apa adanya
  6. Berkorban demi kepentingan orang lain
  7. Mencari firman Tuhan dan kebenaran-Nya

Jika nilai-nilai Ilahi ini sudah tertanam dalam jiwa si anak sejak kanak-kanak, besar kemungkinan ia akan tumbuh menjadi pribadi yang takut akan Tuhan dan setia pada imannya. Tidak ada jaminan 100%, tetapi setidaknya Anda sudah mengikuti pola pengasuhan anak yang diletakkan Tuhan dalam Alkitab. Sisanya, serahkan kepada pekerjaan Roh Kudus dalam batin si buah hati.

C. Doa dan Teladan Kunci Suksesnya

Pada akhirnya, yang paling utama adalah doa dan keteladanan. Tanpa keduanya, semua usaha kita mendidik dalam iman tidak akan maksimal.

Mari kita terus berjalan di hadapan anak-anak kita dalam takut akan Tuhan. Dan senantiasa menggantungkan mereka dalam doa syafaat ke hadirat Bapa surgawi.

Dengan begitu, kelak kita layak mendengar puji Tuhan, “Hai hamba yang baik dan setia! Engkau telah setia memimpin anak-anak yang Kupersembahkan padamu untuk Ku didik dalam iman.”

D. Pelajaran dari Alkitab

Dalam Alkitab, terdapat beberapa tokoh yang memberikan contoh baik sebagai orangtua dalam mendidik anak dalam iman. Mari kita telaah 2 di antaranya:

  1. Orangtua Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis tumbuh menjadi nabi besar yang mempersiapkan jalan bagi Mesias karena didikan orangtuanya, Zakharia dan Elisabet. Mereka hidup saleh di hadapan Tuhan, taat kepada perintah dan ketetapan-Nya (Lukas 1:5-6). Keshalehan dan ketakwaan inilah yang menular pada putra mereka.
  2. Hana Ibu dari nabi Samuel. Hana ini belajar mempersembahkan buah hatinya untuk Tuhan sejak dalam kandungan (1 Samuel 1). Ia mendidik Samuel, kemudian menyerahkannya melayani di Bait Suci di bawah bimbingan Imam Eli sejak kecil hingga dewasa. Hasilnya, Samuel tumbuh menjadi nabi dan hakim hebat bagi Israel.

Pesan yang bisa kita petik:

  1. Hiduplah saleh dan berkenan di hadapan Tuhan, maka anak-anak pun akan mengikuti jejak Anda
  2. Ajarkan mereka melayani dan memuliakan Tuhan sejak usia dini
  3. Serahkan anak-anak sepenuhnya ke tangan Allah, maka Ia sendiri yang akan membentuk mereka menurut kehendak-Nya

Nah, begitulah pesan iman yang bisa kita contoh dari alkitab. Semoga menjadi inspirasi dan dorongan semua orangtua Kristen di manapun berada untuk setia mendidik dalam iman. Semoga bermanfaat.

Exit mobile version